UPK UIN KHAS Jember Selenggarakan Career Preparation Siapkan Mahasiswa Menata Karier Pasca Kelulusan

Home >Berita >UPK UIN KHAS Jember Selenggarakan Career Preparation Siapkan Mahasiswa Menata Karier Pasca Kelulusan
UPK UIN KHAS Jember Selenggarakan Career Preparation Siapkan Mahasiswa Menata Karier Pasca Kelulusan
Preview

UPT Pengembangan Karier (UPK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menyelenggarakan Seminar Career Preparation dengan tema “Architect of Your Future: Meniti Karir Impian Setelah Lulus Sidang”. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan studi. Seminar dilaksanakan pada Kamis, 11 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di Gedung Business and Education Center (BEC) UIN KHAS Jember.

Acara ini menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidang media dan teknologi informasi, yaitu M. Lutfi Hadi, S.Pd., Ketua Tim Konten Media Baru dan Announcer LPP RRI Jember, serta Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.Tp., M.Eng., Ph.D., Kepala UPA TIK Universitas Jember. Keduanya berbagi pengalaman dan strategi membangun karier di era digital serta pentingnya kesiapan kompetensi bagi lulusan perguruan tinggi.

Seminar ini juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas. Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM, Wakil Rektor III Dr. Khairul Faizin, M.Ag. yang diwakilkan pada Yulianto, S.E. Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) FTIK UIN KHAS Jember, serta Kepala UPT Pengembangan Karier Dr. Rusydi Baya’gub, S.Ag., M.Pd.I.

Acara diawali dengan sambutan oleh Dr. Rusydi yang dimana beliau berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa yang hadir karena kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UPK UIN KHAS Jember dalam mendukung pengembangan karier mahasiswa dan lulusan agar mampu bersaing di dunia profesional.

Setelah sambutan Dr. Rusydi, Yulianto S.E. selaku yang mewakili Wakil Rektor III turut memberikan sambutan. Beliau mengatakan bahwa melalui seminar yang diadakan UPK ini, mahasiswa dapat mengenal gambaran dunia kerja yang dimana mahasiswa juga berkesempatan untuk berkembang dan memperluas langkah menuju karier yang diimpikan.

Sambutan terakhir datang dari Rektor, dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., menyampaikan bahwa pendidikan merupakan kunci untuk membuka masa depan yang lebih cerah. Beliau memperkenalkan konsep KUA, yaitu Kompetensi, Unggul, dan Adaptasi. Kompetensi diperoleh melalui pengembangan potensi dan bakat yang telah dimiliki setiap individu sejak lahir. Keunggulan dicapai melalui kerja keras, semangat belajar, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri. Adapun adaptasi menjadi kemampuan yang sangat penting agar seseorang mampu menghadapi perubahan dan tantangan yang terus berkembang.

Prof. Hepni juga menegaskan bahwa setiap orang memiliki peluang untuk sukses. Namun, keberhasilan sangat bergantung pada kemauan seseorang dalam mengambil dan memanfaatkan peluang yang ada. Menurutnya, apabila seseorang menginginkan pencapaian yang luar biasa, maka ia harus mempersiapkan diri dan berusaha menjadi pribadi yang luar biasa pula.

Seminar ini juga memberikan pembekalan mengenai pengembangan kompetensi mahasiswa di era digital melalui pemaparan Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.Tp., M.Eng., Ph.D. Dalam materinya yang berjudul “Pengembangan Karir Mahasiswa di Era Digital dan Peningkatan Soft Skills Berbasis IT”, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut mahasiswa untuk memiliki keseimbangan antara hard skills dan soft skills. Kemampuan teknis yang diperoleh selama perkuliahan harus diimbangi dengan kemampuan interpersonal yang akan menjadi modal utama dalam dunia kerja.

Prof. Bayu menyoroti sejumlah soft skills yang perlu dimiliki mahasiswa, di antaranya disiplin dan komitmen, kejujuran dan tanggung jawab, kreativitas berpikir, konsistensi dalam belajar, rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta kemampuan membangun relasi atau networking. Menurutnya, jaringan pertemanan dan profesional yang luas dapat membuka lebih banyak peluang untuk berkembang dan meraih kesuksesan di masa depan.

Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mulai membangun personal branding melalui platform digital seperti Google Sites. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara positif, mahasiswa dapat menampilkan portofolio, prestasi, dan kompetensi yang dimiliki kepada calon pemberi kerja. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) secara bijak juga dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat daya saing lulusan di era transformasi digital.

Dalam sesi pemaparan kedua, M. Lutfi Hadi, S.Pd., menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan karier sejak masih berada di bangku kuliah. Menurutnya, berbagai sertifikat pelatihan, seminar, maupun kompetensi yang diperoleh selama masa studi perlu dikumpulkan sebagai bukti pengembangan diri dan penunjang karier di masa depan.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menunda persiapan karier hingga setelah lulus. “Jangan sampai suatu saat kita menyesal ketika teman-teman sudah berlari mencapai tujuan mereka, sementara kita masih berada di garis start,” ungkapnya. Meskipun tidak semua orang harus langsung berkarier hari ini, setiap mahasiswa perlu mulai membangun fondasi karier sejak dini agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja.

Lutfi juga menanamkan pola pikir untuk memanfaatkan setiap peluang yang datang dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak peserta menganggap setiap kesempatan sebagai kesempatan terakhir sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk belajar, memperluas relasi, dan mengembangkan kemampuan diri.

Menurutnya, persiapan karier yang dilakukan sejak sekarang akan membantu mahasiswa memahami berbagai risiko dan tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan. Dengan demikian, mereka dapat menyusun strategi yang tepat dalam mengembangkan karier dan mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

Selain pentingnya usaha dan kerja keras, Lutfi juga mengingatkan bahwa setiap ikhtiar harus diiringi dengan pendekatan spiritual. Ia menyampaikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan manusia semata, tetapi juga perlu disertai doa dan usaha melalui “jalur langit” sebagai bentuk ketergantungan kepada Allah SWT.

Pesan-pesan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta seminar karena memberikan motivasi sekaligus gambaran nyata tentang pentingnya kesiapan diri dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Dengan bekal kompetensi, pengalaman, sertifikasi, serta keseimbangan antara usaha dan doa, mahasiswa diharapkan mampu meraih karier impian setelah menyelesaikan studi.

 

 

Penulis :

  • Khusnul Khotimah (Ekonomi Syari’ah, FEBI) – Tim Kreatif UPK
  • Amaliyatul Khoiroh (Komunikasi Penyiaran Islam, FADA) – Tim Kreatif UPK

Editor :

  • Ainur Rofiq - Staf UPK

Tag : Pendidikan

Diposting Pada : 15 Juni 2026, 12:43 | Oleh : UPK
Dilihat : 242