Asah Skill Content Creator dengan Ikuti Pelatihan Master the Art of Content Creator yang diadakan oleh UPK UIN KHAS Jember

Home >Berita >Asah Skill Content Creator dengan Ikuti Pelatihan Master the Art of Content Creator yang diadakan oleh UPK UIN KHAS Jember
Asah Skill Content Creator dengan Ikuti Pelatihan Master the Art of Content Creator yang diadakan oleh UPK UIN KHAS Jember
Preview

Pelatihan Content Creator dengan mengusung tema “Master the Art of Content Creation: Everything You Need to Know to become as a Content Creator” yang diselenggarakan oleh UPT Pengembangan Karir (UPK) UIN KHAS Jember dengan tujuan untuk mengasah kemampuan para mahasiswa terutama di bidang pembuatan konten. Kegiatan ini terlaksana selama dua hari, pada hari Kamis, (13/3/25) dan hari Jum’at, (14/3/25) yang bertempat di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) lantai dua.

Hari pertama pelatihan, sebelum memasuki pembahasan dan materi terkait Content Creator, terdapat sambutan dari Kepala UPT Pengembangan Karir yaitu Dr. Rusydi Baya’gub, S. Ag., M.Pd.I dan Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag. Kepala UPT Pengembangan Karir (UPK) UIN KHAS, menyalurkan rasa antusiasmenya dengan memberikan semangat kepada para mahasiswa yang hadir untuk menerima materi dari para pemateri. Beliau berharap dengan para mahasiswa mengikuti pelatihan ini dapat meraih kesuksesan, pasalnya para mahasiswa dari pelatihan ini dapat  mendalami seni pembuatan konten dari ahlinya hingga bisa menguasai seluruh seni yang ada pada content creation. Wakil Rektor III juga selalu mendukung di setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh UPT Pengembangan Karir (UPK), di dalam sambutannya Beliau berkata bahwa pelatihan ini bisa disebut sebagai Kerja Kerja Nyata karena pelatihan ini merupakan proses nyata untuk menjadi content creator. Pelatihan ini merupakan upaya kampus untuk menyiapkan mahasiswa bekal agar mendapatkan profesi sesuai skill mereka setelah lulus dari UIN KHAS Jember. Beliau juga memberitahu kepada para mahasiswa bahwa mereka wajib mendalami dan menguasai teknologi masa kini terutama media sosial yang sering digunakan oleh content creator. Bukan tanpa alasan, Gen Z merupakan penerus generasi milenia yang multitasking, bahkan Gen Z lebih multitasking daripada generasi sebelumnya. Bahkan Gen Z harus mengimbangi teknologi yang sudah semakin maju. Beliau juga berharap bahwa para mahasiswa menjadi ahli dalam content creation setelah mengikuti pelatihan ini karena tidak ada yang tidak mungkin untuk berproses di zaman sekarang yang semakin maju teknologinya.

Masuk pada materi, pemateri pertama yaitu Muhammad Avan Difantara atau biasa dipanggil dengan ‘Kak Avan’ yang merupakan salah satu content creator yang penuh dengan rentetan prestasinya dan ia telah lama terjun lama ke dunia content creator. Dalam materinya, ia membahas tentang bagaimana cara membangun karir sebagai content creator, salah satu cara yang efisien adalah dalam setiap akun media sosial harus fokus satu target, tidak diperkenankan memiliki 2 target seperti tidak konsisten. Dalam penjelasannya, ia juga membahas alasan kita harus mencoba menjadi seorang content creator, salah satunya yaitu peluang karir yang menjanjikan serta peluangnya sangat menguntungkan, dan dari konten ini seorang content creator dapat mengekspresikan diri dan kreativitasnya. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada kata terlambat untuk menjadi content creator, karena semua usia dapat mengambil job ini. Dalam pembahasannya juga ia menjelaskan langkah-langkah yang benar untuk menjadi seorang content creator. Terdapat tiga langkah untuk menjadi content creator, yang pertama tentukan target atau kalangan yang ingin dituju, selanjutnya yaitu tentukan apa yang dibutuhkan oleh audiens yang ingin kita tuju, dan yang terakhir buatlah konten pilar. Selain itu, ia juga membagikan ‘resep’ membuat konten yang strategis, dengan menjadwal setiap step by step dalam membuat konten secara teratur.

Pemateri kedua, datang dari Direktur Soerabaja45 ini yang bernama Syamsul Bahri, S.Kom juga dikenal sebagai content creator dan inspirator. Pada materinya, beliau menjelaskan bahwa dalam membuat konten harus memiliki ‘MATA’ yang dimana memiliki makna tersendiri, M adalah Motivasi, A yang berarti Ambisi, T itu Target, dan A berarti Alarm. Empat hal tersebut harus diterapkan oleh seorang content creator supaya disiplin dalam membuat konten. Beliau juga memberikan beberapa tips, seperti jika ingin menjadi seorang content creator yang sukses, maka BPA (Bodoh, Penakut, Arogan)-nya perlu dibuang. Beliau juga memberitahukan bahwa kita harus mengenali diri sendiri, audiens dan materi yang akan kita sampaikan sehingga bisa bebas mengekspresikan semuanya. Beliau juga membagikan ilmu tentang public speaking, lebih tepatnya dalam bidang komunikasi yang pertama ada Verbal yang dimana intensitas pengaruh nya sangat sedikit yaitu hanya 7%, selanjutnya ada Vokal sebanyak 38% dan ada visual yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, presentasenya hingga 55%.

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Media Digital Content Creator yang diselenggarakan pada hari Kamis dan Jumat, 13-14 Maret 2025 berlangsung dengan lancar dan sukses. Pada sesi pertama, Muhammad Avan Difantara menyampaikan materi “Praktik Membuat Konten.” Materi tersebut membahas tentang konten pilar, mencari ide konten lewat media sosial, dan tips belajar konten yang tepat. Setelah sesi pertama, dilakukan praktek bersama peserta untuk memperdalam pemahaman materi. Praktek tersebut berlangsung dengan lancar dan peserta dapat mempraktikkan secara langsung apa yang telah dipelajari. Pada sesi kedua, Syamsul Bahri, S.Kom, menyampaikan materi yang membahas tentang darimana kita memulai menjadi content creator. Menurut Mas Syamsul, menjadi content creator yang sukses dimulai dari passion, yaitu ketika minat dan bakat bertemu. Jangan malu untuk menjadi content creator dan jadilah orang yang merdeka berbicara. Dalam menjadi content creator, jangan takut salah, tetapi tidak boleh bohong. Ilmu personal branding yang penting adalah reputasi. Untuk mencapai kesuksesan, kita harus membuang penyakit bodoh yakni dengan belajar, penyakit penakut yakni dengan berani mengambil risiko, dan penyakit arogan yakni dengan mau menerima kritik dan saran. Peserta sangat antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab dan praktek mengenai hobi, menentukan masalah dalam membuat ide konten, dan lain sebagainya. Acara ditutup dengan doa serta beberapa bait pantun. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.

Penulis : - Khusnul Khotimah (Ekonomi Syariah, FEBI) Tim Creative UPK

                - Azizah Nurul Izzati  (Pendidikan Agama Islam, FTIK) Tim Creative UPK

Editor    : - Ainur Rofiq


Tag :

Diposting Pada : 17 Maret 2025, 11:02 | Oleh : Admin
Dilihat : 548